Menjadi kepala sekolah itu tidak mudah, terutama jika kita adalah tipe orang yang peduli, bukan cuek. Karena ketika kita peduli, kita tidak hanya memikirkan aturan, tetapi juga memikirkan manusia di baliknya. Tidak hanya melihat laporan, tetapi juga melihat masa depan anak-anak yang kita bina. Aku pernah berada di sebuah situasi yang benar-benar membingungkan. Suatu hari, salah satu orang tua datang dengan emosi. Ia memintaku mengeluarkan salah satu siswa dari sekolah. Menurutnya, anak itu nakal, sering mengganggu anaknya, dan membuat anaknya tidak nyaman. Aku mendengarkan dengan tenang. Keluhannya ada benarnya. Anak itu memang aktif, sulit diam, dan sering mengganggu temannya. Tetapi aku juga tahu satu hal bahwa anak yang ia keluhkan baru berusia enam tahun. Dan di sisi lain, anak si ortu tersebut juga, tidak sepenuhnya pasif. Ia juga sering memancing, membalas, dan ikut terlibat. Dalam hatiku berkecamuk. Jika anak itu aku keluarkan dari sekolah, apa yang sebenarnya sedang aku a...
Ruang Kepsek adalah ruang berbagi catatan, refleksi, dan pengalaman seorang pemimpin sekolah tentang parenting & schooling, manajemen pendidikan, serta dinamika kepemimpinan di sekolah. Blog ini hadir sebagai jembatan pemikiran antara sekolah, orang tua, dan pendidik untuk membangun pendidikan yang bernilai, bermakna, dan berkelanjutan.