Selama saya bekerja di dunia pendidikan dan setiap hari berinteraksi dengan siswa serta orang tua, ada satu hal yang semakin sering saya lihat: banyak orang tua hari ini sangat fokus pada nilai akademik anak. Pertanyaan yang paling sering saya dengar dari orang tua biasanya seperti ini: “Nilai anak saya berapa?” “Anak saya ranking berapa?” “Kenapa nilainya tidak tinggi?” Jarang sekali orang tua yang pertama kali bertanya: “Bagaimana karakter anak saya di sekolah?” “Apakah anak saya percaya diri?” “Apakah anak saya mampu bekerja sama dengan temannya?” Dari pengalaman saya sebagai kepala sekolah, saya semakin menyadari bahwa nilai akademik sering kali menjadi ukuran utama keberhasilan anak di mata orang tua , padahal nilai hanyalah angka di atas kertas. Nilai Tinggi Tidak Selalu Menunjukkan Kesiapan Hidup Saya pernah melihat banyak siswa yang memiliki nilai sangat tinggi. Mereka cepat memahami pelajaran, mudah menjawab soal, bahkan selalu mendapat ranking di kelas. Namun ketika dih...
Ruang Kepsek adalah ruang berbagi catatan, refleksi, dan pengalaman seorang pemimpin sekolah tentang parenting & schooling, manajemen pendidikan, serta dinamika kepemimpinan di sekolah. Blog ini hadir sebagai jembatan pemikiran antara sekolah, orang tua, dan pendidik untuk membangun pendidikan yang bernilai, bermakna, dan berkelanjutan.